Apa yang dimaksud dengan berkembang biak?
Berkembang biak (reproduksi) adalah kemampuan menghasilkan keturunan (individu baru) dengan tujuan melestarikan dan memperbanyak jenis. Setiap hewan memiliki cara perkembangbiakannya sendiri.
Dalam sains, sel kelamin jantan dinamakan sel sperma, sedangkan sel kelamin betina disebut dengan sel telur atau ovum. Jika sel sperma bersatu dengan sel telur (disebut pembuahan atau fertilisasi), pada saat itulah hewan yang baru mulai terbentuk.
Secara umum, perkembangbiakan hewan ada tiga macam:
1. Beranak atau melahirkan (vivipar)
2. Bertelur (ovipar)
3. Mengembangkan telur di dalam badan induknya, tetapi embrio tidak mendapatkan makanan dari induknya (ovovivipar)
Lebih lanjut, perhatikan penjelasannya, ya!
1. Perkembangbiakan hewan dengan melahirkan (vivipar)
Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan biasanya sekaligus juga menyusui anaknya, jadi disebutnya mamalia. Sebelum melahirkan, mamalia membesarkan anaknya sampai pada waktu tertentu di dalam tubuh induk betina. Keadaan semacam itu disebut bunting atau hamil.
Menurutmu, hewan apa saja yang tergolong binatang menyusui (mamalia) ini? Yup betul! Salah satunya adalah anjing.
Kamis, 10 Desember 2009
Perjanjian Linggajati
Perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Linggajati adalah suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi kedua negara pada 25 Maret 1947.
Latar Belakang
Masuknya AFNEI yang diboncengi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkan status quo di Indonesia menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, seperti contohnya Peristiwa 10 November, selain itu pemerintah Inggris menjadi penanggung jawab untuk menyelesaikan konflik politik dan militer di Asia, oleh sebab itu, Sir Archibald Clark Kerr, diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hooge Veluwe, namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Madura, namun Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.
Misi pendahuluan
Pada akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.
Jalannya perundingan
Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Kabinet Sjahrir III yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan tiga anggota: Mohammad Roem, Susanto Tirtoprodjo, dan AK Gani. Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan dipimpin oleh Schermenhorn dengan anggota Max Van Poll, F de Boer, dan HJ Van Mook. Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.
Hasil perundingan
Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi:
1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.
Pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia
Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggajati.
Pelanggaran Perjanjian
Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak berjalan mulus. Pada tanggal 20 Juli 1947, Gubernur Jendral H.J. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini, dan pada tanggal 21 Juli 1947, meletuslah Agresi Militer Belanda I. Hal ini merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda.
Latar Belakang
Masuknya AFNEI yang diboncengi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkan status quo di Indonesia menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, seperti contohnya Peristiwa 10 November, selain itu pemerintah Inggris menjadi penanggung jawab untuk menyelesaikan konflik politik dan militer di Asia, oleh sebab itu, Sir Archibald Clark Kerr, diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hooge Veluwe, namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Madura, namun Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.
Misi pendahuluan
Pada akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.
Jalannya perundingan
Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Kabinet Sjahrir III yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan tiga anggota: Mohammad Roem, Susanto Tirtoprodjo, dan AK Gani. Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan dipimpin oleh Schermenhorn dengan anggota Max Van Poll, F de Boer, dan HJ Van Mook. Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.
Hasil perundingan
Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi:
1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.
Pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia
Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggajati.
Pelanggaran Perjanjian
Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak berjalan mulus. Pada tanggal 20 Juli 1947, Gubernur Jendral H.J. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini, dan pada tanggal 21 Juli 1947, meletuslah Agresi Militer Belanda I. Hal ini merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda.
Rabu, 09 Desember 2009
Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Sumber
Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Sumber
Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.
Udara
Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan Bumi. Udara Bumi yang kering mengandungi 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbon dioksida, dan gas-gas lain.
Kandungan (elemen senyawa gas dan partikel) dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah.Demikian juga massa nya, akan berkurang seiring ketinggian, semakin dekat dengn lapisan troposfir, maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara akan hampa sama sekali.
Apabila benda hidup bernapas kandungan oksigen berkurang sementara kandungan karbon dioksida bertambah. Ketika tumbuhan menjalani sistem fotosintesa, oksigen kembali dibebaskan.
Di antara gas-gas yang membentuk udara adalah seperti berikut :-
•Helium
•Nitrogen
•Oksigen
•Karbon dioksida
Kandungan (elemen senyawa gas dan partikel) dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah.Demikian juga massa nya, akan berkurang seiring ketinggian, semakin dekat dengn lapisan troposfir, maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara akan hampa sama sekali.
Apabila benda hidup bernapas kandungan oksigen berkurang sementara kandungan karbon dioksida bertambah. Ketika tumbuhan menjalani sistem fotosintesa, oksigen kembali dibebaskan.
Di antara gas-gas yang membentuk udara adalah seperti berikut :-
•Helium
•Nitrogen
•Oksigen
•Karbon dioksida
Kalimat Majemuk
Kalimat Majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Setiap kalimat majemuk mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Jenis-jenis kalimat majemuk adalah:
1.Kalimat Majemuk Setara
2.Kalimat Majemuk Bertingkat
3.Kalimat Majemuk Campuran
4.Kalimat Majemuk Rapatan
1.Kalimat majemuk setara
Yaitu penggabungan 2 kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk setara dibagi menjadi 5 macam, yakni:
• Kalimat Majemuk Setara Penggabungan menggunakan kata penghubung : dan,lagi,serta.
Contoh : Juminten pergi ke pasar, Norif berangkat ke bengkel, dan Ganes pergi ke kebun binatang.
• Kalimat Majemuk Setara Penguatan /Penegasan menggunakan kata penghubung : bahkan , malahan, lagi pula.
Contoh : Nikita rajin belajar bahkan dia juga rajin membantu ibunya.
• Kalimat Majemuk Setara Pemilihan menggunakan kata penghubung : atau
Contoh : Kamu belajar atau melihat TV?
• Kalimat Majemuk Setara Berlawanan / mempertentangkan menggunakan kata penghubung : tetapi, sedangkan, melainkan, namun, tetapi, padahal, melainkan.
Contoh : Rahmad berani, tetapi ia tidak mau bertengkar.
• Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu menggunakan kata penghubung :kemudian, lalu, lantas, mula-mula, setelah itu, akhirnya.
Contoh : Setelah mata kuliah Bahasa Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan mata kuliah Matematika.
2. Kalimat majemuk bertingkat
Yaitu penggabungan 2 kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.
Contoh: Induk Kalimat: Kemarin ayah mencuci motor. Selanjutnya kata `kemarin` yang menduduki pola keterangan, diperluas menjadi anak kalimat yang berbunyi: Ketika matahari berada di ufuk timur. Maka penggabungan induk kalimat dan anak kalimat berdasarkan kalimat di atas menjadi:
1.Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor, atau
2.Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur.
3.Ayah pulang dari kantor ketika saya belajar.
Macam-Macam Kalimat Majemuk Bertingkat
a. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Subjek
Contoh:
(1a) Orang itu pergi.
(1b) Orang yang berbaju biru itu pergi
b. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Predikat
Contoh:
(2a) Ayahnya dokter.
(2b) Ayahnya dokter yang baik hati.
c. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Objek
(3a) Ayah membeli baju.
(3b) Ayah membeli baju yang berwarna merah.
d. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Pelengkap
(4a) Kakak menjadi dokter.
(4b) Kakak menjadi dokter yang mengabdi di pedesaan.
e. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Keterangan
1) Perluasan Keterangan Waktu
2) Perluasan Keterangan Tempat
3) Perluasan Keterangan Tujuan
4) Perluasan Keterangan Sebab
5) Perluasan Keterangan Akibat
3. Kalimat majemuk campuran
Yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.
Contoh: Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya.
4. Kalimat majemuk rapatan
Yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek atau predikatnya sama maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh:
(1a) Pekerjaannya hanya makan.
(1b) Pekerjaannya hanya tidur.
(1c) Pekerjaannya hanya merokok.
Semua kalimat tersebut kemudian dirapatkan menjadi:
(1d) Pekerjaannya hanya makan, tidur, dan merokok.
(2a) Mereka tidak perlu tahu kapan kita harus pergl
(2b) Mereka tidak perlu tahu bagaimana kita harus pergi.
(2c)Yang pentlng tugas itu harus terlaksana.
Kedua kalimat tersebut kemudian dirapatkan menjadi:
(2d) Mereka tidak perlu tahu kapan dan bagaimana kita harus pergi, yang penting tugas itu harus terlaksana.
1.Kalimat Majemuk Setara
2.Kalimat Majemuk Bertingkat
3.Kalimat Majemuk Campuran
4.Kalimat Majemuk Rapatan
1.Kalimat majemuk setara
Yaitu penggabungan 2 kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk setara dibagi menjadi 5 macam, yakni:
• Kalimat Majemuk Setara Penggabungan menggunakan kata penghubung : dan,lagi,serta.
Contoh : Juminten pergi ke pasar, Norif berangkat ke bengkel, dan Ganes pergi ke kebun binatang.
• Kalimat Majemuk Setara Penguatan /Penegasan menggunakan kata penghubung : bahkan , malahan, lagi pula.
Contoh : Nikita rajin belajar bahkan dia juga rajin membantu ibunya.
• Kalimat Majemuk Setara Pemilihan menggunakan kata penghubung : atau
Contoh : Kamu belajar atau melihat TV?
• Kalimat Majemuk Setara Berlawanan / mempertentangkan menggunakan kata penghubung : tetapi, sedangkan, melainkan, namun, tetapi, padahal, melainkan.
Contoh : Rahmad berani, tetapi ia tidak mau bertengkar.
• Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu menggunakan kata penghubung :kemudian, lalu, lantas, mula-mula, setelah itu, akhirnya.
Contoh : Setelah mata kuliah Bahasa Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan mata kuliah Matematika.
2. Kalimat majemuk bertingkat
Yaitu penggabungan 2 kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.
Contoh: Induk Kalimat: Kemarin ayah mencuci motor. Selanjutnya kata `kemarin` yang menduduki pola keterangan, diperluas menjadi anak kalimat yang berbunyi: Ketika matahari berada di ufuk timur. Maka penggabungan induk kalimat dan anak kalimat berdasarkan kalimat di atas menjadi:
1.Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor, atau
2.Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur.
3.Ayah pulang dari kantor ketika saya belajar.
Macam-Macam Kalimat Majemuk Bertingkat
a. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Subjek
Contoh:
(1a) Orang itu pergi.
(1b) Orang yang berbaju biru itu pergi
b. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Predikat
Contoh:
(2a) Ayahnya dokter.
(2b) Ayahnya dokter yang baik hati.
c. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Objek
(3a) Ayah membeli baju.
(3b) Ayah membeli baju yang berwarna merah.
d. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Pelengkap
(4a) Kakak menjadi dokter.
(4b) Kakak menjadi dokter yang mengabdi di pedesaan.
e. Kalimat Majemuk Bertingkat Perluasan Keterangan
1) Perluasan Keterangan Waktu
2) Perluasan Keterangan Tempat
3) Perluasan Keterangan Tujuan
4) Perluasan Keterangan Sebab
5) Perluasan Keterangan Akibat
3. Kalimat majemuk campuran
Yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.
Contoh: Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya.
4. Kalimat majemuk rapatan
Yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek atau predikatnya sama maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh:
(1a) Pekerjaannya hanya makan.
(1b) Pekerjaannya hanya tidur.
(1c) Pekerjaannya hanya merokok.
Semua kalimat tersebut kemudian dirapatkan menjadi:
(1d) Pekerjaannya hanya makan, tidur, dan merokok.
(2a) Mereka tidak perlu tahu kapan kita harus pergl
(2b) Mereka tidak perlu tahu bagaimana kita harus pergi.
(2c)Yang pentlng tugas itu harus terlaksana.
Kedua kalimat tersebut kemudian dirapatkan menjadi:
(2d) Mereka tidak perlu tahu kapan dan bagaimana kita harus pergi, yang penting tugas itu harus terlaksana.
Keluarga Tata Surya part_1
Sejak jaman dulu orang telah tahu bahwa di antara bintang-bintang yang mempunyai tempat yang tetap di langit, terdapat benda-benda langit, yang tempatnya tidak selalu tetap atau dengan kata lain selalu bergerak. Maka benda-benda itu diberi nama planetair (bahasa Yunani) yang artinya mengembara, dan kita menamakannya planet.
Di antara planet-planet itu yang dapat dilihat dengan mata telanjang (tanpa teropong) yang telah dikenal sejak zaman dulu adalah planet Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus. Kemudian dengan pertolongan teropong ditemukan lagi dua buah planet, yaitu Uranus dan Neptunus. Baru pada tahun 1931 ditemukan planet kecil yang selanjutnya diberi nama Pluto. Kesembilan planet itu merupakan planet-planet besar keluarga tata surya. Selain itu diketahui pula kumpulan planet- planet kecil yang jumlahnya ribuan buah yang disebut planetoid atau asteroid.
Selain planet dan planetoid, masih tepat benda langit lain yang lebih tepat kalau dimasukkan ke dalam kelompok keluarga tata surya. Benda-benda langit itu adalah komet dan meteor. Untuk memperoleh informasi lebih banyak, mari kita bicarakan satu demi satu benda-benda langit yang menjadi keluarga tata surya itu.
Rabu, 28 Oktober 2009
kuLiah....part_2
hm....
disamping banyak tugas....
juga banyak kegiatan....
tiap weekend ada kegiatan....
hm...
kira2 kapan y bisa pulkamp?????
tapi......
di masa ini aku merasa lebih bahagia....
banyak hal-hal baru yang ku dapat di sini....
disamping banyak tugas....
juga banyak kegiatan....
tiap weekend ada kegiatan....
hm...
kira2 kapan y bisa pulkamp?????
tapi......
di masa ini aku merasa lebih bahagia....
banyak hal-hal baru yang ku dapat di sini....
Langganan:
Postingan (Atom)

