Rabu, 30 Desember 2009

Tembang Macapat


Puisi yang bait-baitnya ditulis berdasarkan metrum tertentu. Setiap metrum mempunyai ketentuan tersendiri dalam hal: 
a. Guru gatra           : Jumlah baris dalam setiap bait;
b. Guru wilangan       : Jumlah suku kata dalam setiap baris;
c. Guru lagu             : Vokal dalam suku kata terakhir setiap baris.

Dalam kesusastraan Jawa, ada sejumlah metrum yang sudah umum digunakan. Selan aturan yang teal dipaparkan di atas, setiap jenis metrum juga mempunyai lagu tersendiri. Oleh karena itu, metrum-metrum tersebut juga disebut tembang atau sekar macapat. Kata macapat sendiri juga dapat diartikan sebagai teknik membaca puisi dengan cara dilagukan. Sekar macapat yang dikenal dalam sastra Jawa adalah sebagai berikut:

1. Sekar Macapat Alit/Asli:
a. Mijil
b. Sinom
c. Dandanggula
d. Kinanthi
e. Asmarandana
f. Durma
g. Pangkur
h. Maskumambang
i. Pucung

2. Sekar Macapat Tengahan:
a. Jurudemung
b. Wirangrong
c. Balabak
d. Gambung
e. Megatruh utawa Dhudhukwuluh

3. Sekar Macapat Ageng:  - Girisa

Sekar macapat juga digunakan dalam penulisan  serat-serat Jawa, umpamanya Serat Wedatama, Serat Sabdajati, dan Serat Wulangreh. Bagian karya yang ditulis dalam bentuk sekar macapat tertentu disebut pupuh. Sebagai contoh: Serat Wedatama Pupuh Sinom: Serat Wedatama Pupuh Megatruh, dsb. Pupuh setara dengan bab dalam buku.


Sekar Macapat
Guru gatra
Guru wilangan
Guru lagu
 
 
 
 
Mijil
6
10, 6, 10, 10, 6, 6
i, o, e, i, i ,u
Sinom
9
8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12
a, i, a, i, i, u ,a ,i, a
Dandanggula
10
10, 10, 8, 7, 9, 7, 6, 8, 12, 7
i, a, e, u,  i, a, u ,a ,i, a
Kinanthi
6
8, 8, 8, 8, 8, 8, 8
u, i, a, i, a, i
Asmarandana
7
8, 8, 8, 8, 7, 8, 8
a, i, e, a, a, u, a
Durma
7
12, 7, 6, 7, 8, 5, 7,
a, i, a, a, i, a, i
Pangkur
7
8, 11, 8, 7, 12, 8, 8,
a, i, u, a,  u, a, i
Maskumambang
4
12, 6, 8, 8
 i, a, i, a, a
Pucung
4
12, 6, 8, 12
u, a, i, a
 
 
 
 
Jurudhemung
7
8, 8, 8, 8, 8, 8, 8
a, u, u, a, u, a, u
Wirangrong
6
8, 8, 10, 6, 7, 8
i, o, u, i, a, a
Balabak
6
12, 3, 12, 3, 12, 3
a, e, a, e, u, e
Gambuh
5
7, 10, 12, 8, 8
u, u, i, u, o
Megatruh

12, 8, 8, 8,
u, i, u, i, o
 
 
 
 
Girisa
8
8, 8, 8, 8, 8, 8, 8, 8,
a, a, a, a, a, a, a, a







Dalam tembang macapat terdapat watak yang erat kaitannya dengan isi metrum dan lagu. Dalam teks yang bermetrum Asmarandana, misalnya, watak yang dimiliki adalah rasa sedih , rindu dan mesra sehingga isi yang terkandung di dalamnya melukiskan rasa sedih, rindu dan mesra pula. Apabila teks itu didendangkan, lagunya harus sesuai dengan suasana yang terdapat dalam isinya. Dengan demikian, penggunaan suatu metrum harus sesuai dengan wataknya karena watak turut menentukan nilai keindahan tembang.
Setiap tembang mempunyai watak yang berbeda dari jenis tembang yang lain. Watak tembang telah dirumuskan dalam beberapa aturan baku kesusasteraan jawa. Di bawah ini merupakan bagan perwatakan tembang macapat.
Bagan Watak Macapat



No.
Nama Tembang
Watak
Kegunaan
1.


Asmaradana


Sedih, rindu, mesra


Untuk menyatakan rasa sedih, rindu, mesra.
2.


Balabak


Santai, seenaknya


Untuk menggambarkan suasana santai, seenaknya, kurang sungguh-sungguh.
3.


Durma


Bersemangat, keras, galak.


Untuk mengungkapkan kemarahan, kejengkelan, peperangan.
4.


Dhandanggula


Manis, luwes, memukau


Untuk menggambarkan berbagai hal dan suasana
5.


Gambuh


Wajar, jelas, tanpa ragu-ragu.


Untuk mengungkapkan hal-hal yang bersifat kekeluargaan, nasehat dan menggambarkan, kesungguhan hati.
6.


Girisa


Hati-hati, sungguh-sungguh


Untuk melukiskan hal-hal yang mengandung kewibawaan, pendidikan, pengajaran.
7.


Jurudemung


Senang, gembira, menggoda.


Untuk melukiskan hal-hal yang mengandung banyak tingkah, memancing asmara.
8.


Kinanthi


Terpadu, gembira, mesra,


Untuk memberikan nasehat, mengungkapkan kasih sayang
9.


Maskumambang


Susah, sedih,terharu, merana, penuh derita.
Untuk melukiskan suasana sedih, pilu, penuh derita.
10.


Megatruh


Susah, sedih, penuh derita, kecewa, menerawang
Untuk melukiskan suasana sedih pilu, penuh derita, menerawang
11.


Mijil


Terharu, terpesona


Untuk menyatakan suasana haru, terpesona dalam hubungannya dengan kasih sayang, nasehat.
12
Pangkur


Gagah, perwira, bergairah, bersemangat.


Untuk memberikan nasehat yang bersemanga, melukiskancinta yang berapi-api, suasana yang bernada keras
13


Pucung


Santai, seenaknya.


Untuk menggambarkan suasana santai seenaknya, kurang bersungguh-sungguh.
14.


Sinom


Senang, gembira, memikat


Untuk menggambarkan suasana, gerak yang menunjukan kelincahan.
15.
Wirangrong
Berwibawa.
Untuk mengungkapkan suasana yang mengandung keagungan, keindahan alam, pendidikan.





 contoh salah satu tembang macapat

Gambuh

Sekar gambuh ping catur

Kang cinatur

Polah kang kalantur

Tanpo tutur katulo-tulo katali

Kadaluwarso katutur

Katutuh pan dadi awon







Tidak ada komentar:

Posting Komentar